
CILACAP, pada suatu pagi hari yang agak mendung, tepatnya Sabtu 20 Maret 2010. seperti biasa kami sekeluarga terlibat dalam obrolan pagi nan santai (sambil ngopi2), dan seperti biasa pula bapak mulai memberikan semacam kuliah pagi dan sesekali ibu pun melengkapi materi kuliah yang bapak berikan kepadaku. Tema pagi ini adalah "JANUR KUNING". Ya...kita mungkin cukup familiar dengan janur kuning, Sejarah bangsa ini pun tak lepas dari "Janur Kuning" (film dokumenter perjuangan bangsa ini yang isinya menceritakan kisah heroik para pejuang RI berkalungkan Janur Kuning dalam perang perebutan kembali Kota Jogja dari tangan penjajah Belanda), akan tetapi bukan hal itu yang dimaksud dalam Janur Kuning ini. Melainkan Janur kuning yang menjadi ornamen dan sangat familiar di setiap hajatan pengaten, pernikahan, di berbagai sudut negeri kita (Khususnya Jawa). Sebagai wujud lestarikan budaya dan ornamen penghias prosesi pernikahan, ternyata, tersirat makna dari seni lipat daun kelapa ini.
Apa makna simbolis yang terkandung dari "Janur Kuning" ?
JANUR, bermakna SEJANE NING NUR (Arah Menggapai Cahaya Ilahi).
Sedangkan, KUNING bermakna SABDA DADI, (YANG DIHASILKAN DARI HATI/JIWA YANG BENING).
Dengan demikian maka boleh kita ambil makna "Arah menggapai cahaya Ilahi yang dihasilkan dari hati/jiwa yang bening"
Olehkarena bahwa Janur Kuning mengisyaratkan :
Cita-cita mulia lagi nan tinggi untuk mencapai cahaya (nur)-Nya dengan dibarengi hati yang jernih.
Wah, ternyata betapa mulia kandungan/makna janur kuning dalam ajaran kehidupan ini.
Terimakasih Pak,Bu . . . karnamu aku jadi tau dan semoga aku bisa mengamalkannya
Olehkarena bahwa Janur Kuning mengisyaratkan :
Cita-cita mulia lagi nan tinggi untuk mencapai cahaya (nur)-Nya dengan dibarengi hati yang jernih.
Wah, ternyata betapa mulia kandungan/makna janur kuning dalam ajaran kehidupan ini.
Terimakasih Pak,Bu . . . karnamu aku jadi tau dan semoga aku bisa mengamalkannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar